“Siapa kau sebenarnya? Dan mengapa kau meneleponku
malam ini?”
“Kau
mau tahu siapa aku? Aku adalah orang yang pertama kali memelukmu di aula musik.
Aku adalah orang yang mengantarkanmu pulang ke rumahmu, dan aku adalah orang
yang waktu itu membuat kau menangis didepanku...ini aku, Choi Siwon”
‘Siwon hyung?! Di...dia meneleponku? Ya
Tuhan.....bodohnya aku!’ sambil memukul pelan kepalanya.
“Yak!
Kenapa kau diam saja....apa kau mau memutuskan telpon ini lagi setelah tahu
siapa aku? Hehe...”
“Aniyo...Siwon hyung....mianhae aku benar-benar tak
tahu kalau ini nomor ponselmu....”dengan nada sedikit sedih.
Sedangkan Siwon hanya bisa kembali merasa sedikit
bersalah karena sudah mengerjai namja itu. Andaikan ia bisa melihat wajah
cantik itu lagi, Siwon ingin memeluknya lagi...
“Gwaenchanayo, Kyu-ssi....seharusnya aku yang
meminta maaf karena mambuatmu besedih. Kau sedang apa di rumah?”sambil melihat
salju yang turun di taman dekat apartemennya.
“Andwaeyo...aku
yang bersalah, hyung...jadi aku yang meminta maaf....aku hanya melihat salju
yang sedang turun saja.”
“Apa kau tak bosan? Menurutku itu sangat
membosankan! Aku akan mengajakmu berjalan-jalan! Eotthe?”
“M....mwo?
Jalan-jalan? Tapi bagaimana? Aku pasti tidak diizinkan keluar rumah oleh
bibiku....dia sangat rewel! Aku sangat ingin berjalan-jalan...”
“Aku yang akan ke rumahmu dan bicara dengan bibimu
yang rewel itu! Semoga saja ia mengizinkannya. Aku akan mengajakmu ke tempat
yang spesial! Kan kampus sedang libur musim dingin!”
“Aku
tahu itu, hyung....tapi apa aku bisa keluar rumah? Tidak! Dan jika aku akan
keluar rumah, pasti bibiku akan langsung mengomel, atau jika aku diizinkan
pasti setiap 10 menit aku pasti ditelpon oleh bibiku! Huh...bibiku memang
menyebalkan!”
“Ya sudah aku akan membujuk bibimu yang rewel itu
dan kita akan jalan-jalan!”
“Yak
hyung kau keras kepala sekali! Baiklah! Bibiku sangat suka yang berbau coklat!
Jadi kau bawakan saja ia coklat batangan, dia sangat suka itu!”
“Wah pintarnya kau! Oke aku akan mencoba cara itu!
Doakan aku biar bisa mengajakmu jalan-jalan!”
“Hyung
meremehkan kepintaranku, huh? Aku akan berdoa kepada Tuhan semoga kita bisa jalan-jalan!
Ah hyung, bibiku sepertinya akan ke kamarku! Ku matikan, ya! Annyeong!”sambil
memutus panggilannya dari Siwon
“Annyeong!....hah apa sekalian saja aku
melakukannya? Semoga ia menyukainya!”
To Be Continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar